Belanja Online

Belanja Online?

Sudah daapat tempat belanja online nyaman?

Snack Keeper

Snack Keeper

Simpan dimana ya???

Posted by Griya Busana Era

Cantik=Anggun

Rumah Belanja Nyaman, Aman, Praktis

Senin, 29 Juni 2009

KLINIK INESTASI : Insider Trading

Meraih untung sebesar-besarnya adalah satu tujuan investasi. Bahasa yang sering diajukan adalah memaksimalkan profit. Apapun jenis investasinya, yang dituju adalah memaksimalkan keuntungan.

Untuk meraih keuntungan maksimal, setiap orang mempunyai cara sendiri. Ada yang wajar, setengah wajar, bahkan tidak wajar. Pernahkan Anda mendengar seorang investor pergi ke dukun dan bertanya saham apa sebaiknya yang dibeli sehingga bisa mendatangkan capital gain berlimpah? Nah, contoh ini meski jarang terjadi adalah salah satu contoh cara yang tidak wajar. Ada juga investor yang ingin mendapatkan keuntungan maksimal dengan cara "mencuri" informasi dari orang dalam (inside information). Karena memanfaatkan informasi orang dalam, maka transaksinya disebut dengan insider trading. Jenis transaksi ini termasuk illegal dan termasuk pelanggaran berat di pasar modal.

Satu contoh yang paling sering dilakukan oleh pelaku pasar adalah mencari informasi yang sebenar-benarnya tentang perkembangan satu perusahaan melalui orang dalam yang mengetahui persis kebijakan atau corporate action yang akan dilakukan perusahaan. Dengan berbekal informasi itulah dia melakukan transaksi saham perusahaan tersebut di pasar modal.

Jika tidak ada yang tahu, hampir bisa dipastikan bahwa investor ini akan kipas-kipas menikmati untung. Namun, harus diingat bahwa transaksi semacam ini termasuk wilayah yang diharamkan di pasar modal karena masuk kategori insider trading, sebuah transaksi yang memanfaatkan informasi orang dalam (inside information) demi mencari keuntungan. Karenanya jika transaksi semacam ini diketahui otoritas pasar atau Bapepam-LK, maka pelakunya akan dikenai sanksi berat.

Dalam Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal pasal-pasal yang mengatur soal perdagangan orang dalam setidaknya ada lima pasal mulai pasal 95 hingga pasal 99. Selain itu dalam pasal 104 disebutkan bahwa pelaku insider trading dikenai sanksi pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

Bagaimana menangkal terjadinya insider trading? Ini bukan hal yang gampang. Sejauh ini belum pernah ada kasus-kasus dugaan insider trading yang berakhir di meja hijau. Belum pernah ada kasus yang secara tegas divonis sebagai kasus insider trading dan pelakunya dijatuhi hukuman berat.

Kasus dugaan insider trading seringkali lolos dari jeratan hukum karena memang sulit dibuktikan. Namun begitu tanda-tanda terjadinya insider trading itu bisa dideteksi. Kalau transaksinya tidak normal ada kemungkinan insider trading terjadi. Yang dimaksud tidak normal adalah ketidakwajaran dari pola transaksi yang terjadi. Misalnya, jika saham XYZ yang biasanya tidak likuid, tiba-tiba menjadi sangat likuid dan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksiitu-itu saja. Deteksi dari sisi investor bisa disimak dari perilaku investor tersebut. Jika volume transaksi yang dilakukan di luar kebiasaan, itu patut diwaspadai.

Sulit untuk membedakan sebuah transaksi mengandung inside information atau tidak. Pola-pola transaksi yang tidak wajar itulah yang perlu mendapat pengawasan khusus. Untungnya, BEI sudah melakukan fungsi pengawasan dengan cukup baik. Jika ada informasi yang tidak jelas sumbernya dan bisa mempengaruhi harga saham dibursa, BEI akan men-suspend saham tersebut. BEI semestinya terbebas dari anasir-anasir spekulasi, apalagi dimanfaatkan untuk melakukan insider trading.

Semoga bermanfaat, selamat berinvestasi!

Read More ..

Kamis, 04 Juni 2009

Sejarah Indeks Nikkei 225

Mungkin Anda sudah berkecimpung dalam perdagangan indeks saham Nikkei. Sekarang tidak ada salahnya bila kita belajar mengenal lebih dalam tentang indeks bursa asham Jepang ini, yang biasa disebut dengan Indeks Nikkei225 karena terdapat 225 konstituen saham di dalamnya. Nikkei225 adalah

suatu indeks pasar modal untuk Tokyo Stock Exchange (TSE). Nikkei adalah indeks yang paling diamati dari bursa-bursa saham Asia. Pergerakannya sudah dihitung sehari-hari oleh surat kabar Nihon Keizai Shimbun (Nikkei) sejak tahun 1971. Ini merupakan suatu harga rata-rata (unit dihitung dalam Yen), dan komponen-komponennya ditinjau sekali setahun.

Nikkei 225 mulai dihitung pada tanggal 7 September 1950, secara retroaktif menghitung kembali sejak 16 Mei 1949. Nikkei 225 Futures, yang yang diperkenalkan di Osaka Securities Exchange (OSE), Chicago Mercantile Exchange (CME), Singapura Exchange (SGX), kini dikenal secara internasional sebagai index saham gabungan.

Nikkei dalam sejarahnya mencapai titik tertinggi pada tanggal 29 Desember 1989, dengan level puncak intra-day di 38,957.44 sebelum diutup pada 38,915.87.

Pembobotan dan Modifikasi

Saham-saham dinilai dalam Nikkei 225 dengan memberi satu pembobotan sama berat berdasar pada suatu nilai par dari 50 minat/yen per saham. Kejadian seperti stock-split , kepindahan-kepindahan dan penambahan-penambahan dampak yang konstituen atas penimbangan yang efektif saham-saham yang individu dan pembagi. Nikkei 225 dirancang untuk mencerminkan menyeluruh pasar, maka tidak ada penimbangan yang spesifik industri.

Perubahan-perubahan kepada komponen-komponen

Saham-saham ditinjau tiap-tiap tahun dan pengumuman-pengumuman dari tinjauan ulang muncul pada bulan September. Perubahan-perubahan, jika diperlukan, dilakukan di permulaan bulan Oktober. Perubahan-perubahan boleh juga berlangsung pada setiap waktu jika suatu saham ditemukan bersifat tidak memenuhi syarat untuk Stock Average (penghapusan dari bursa, dll.). Semua perubahan yang diusulkan akan diumumkan di dalam surat kabar Jepang Nikkei dan akan muncul di NNI.

Setelah suatu saham sudah digantikan, pembagi itu ditinjau dan yang dimodifikasi untuk memastikan suatu transisi yang mulus pada indeks saham.

Read More ..

Senin, 25 Mei 2009

KLINIK INVESTASI : Investasi = kerja keras

Banyak orang yang tertarik dengan pasar berjangka ataupun pasar modal karena mereka menganggap bertransaksi di dalamnya merupakan cara yang mudah memperoleh keuntungan yang besar.
Secara ironis, justru kerja keraslah yang menjadi kunci utama untuk meraih sukses di pasar keuangan itu. Lupakan saja metode-metode ajaib serta iklan yang menjanjikan keuntungan yang luar biasa dalam waktu yang singkat.
Pada dasarnya bertransaksi di pasar keuangan merupakan pekerjaan yang berat dan tidak semua orang mampu melakukannya. Pasar senantiasa mengajarkan kita bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini.

Investor tidak mungkin memperoleh sesuatu tanpa usaha apapun. Jadi, sebaiknya tetap berhati-hati dengan buku maupun seminar yang menjanjikan keuntungan dengan cara yang mudah.
Kebanyakan calon investor, terutama mereka yang kurang berpengalaman dan sangat berambisi, meremehkan waktu, usaha dan uang yang dibutuhkan untuk meraih sukses di pasar.
Apabila pemodal ingin memperoleh sukses, mereka harus siap membuat suatu komitmen sepenuh hati. Sama halnya dengan bisnis lain, Anda harus mempunyai rencana bisnis yang kuat, situasi keuangan yang memadai, dan kemauan untuk berusaha keras.
Orang yang hanya mencari jalan pintas tidak akan pernah berhasil dan hanya memperoleh kekecewaan. Meskipun telah melakukan segala sesuatunya dengan baik, mereka kemungkinan besar tetap akan menderita kerugian pada bulan-bulan bahkan pada tahun pertama.
Kerugian ini sering dianggap pelaku pasar sebagai uang kuliah yang perlu dibayar untuk mengikuti sekolah investasi. Inilah kenyataan pahit dan getir yang seringkali tidak didengar atau dipercaya para calon investor, tetapi menghindarinya juga tidak akan merubah kenyataan itu, bukankah begitu?
Semua investor yang paling sukses juga berusaha keras sekali. Bahkan mereka pada umumnya berusaha jauh lebih keras dari siapapun. Usaha keras tersebut sama sekali tidak terkait dengan jumlah jam yang dihabiskan di kantor ataupun rumah di depan komputer, melainkan komitmen dan fokus pada investasi.

SUKSES dan BERTANYA
Investor yang sukses senantiasa bertanya pada dirinya sendiri, apakah saya sudah melakukan hal yang benar? Apa yang masih salah saya lakukan? Bagaimana saya bisa melakukan usaha dengan lebih baik? Bagaimana saya bisa memperoleh lebih banyak informasi mengenai pasar daripada sekarang?
Akhirnya bertransaksi di pasar berjangka ataupun di pasar modal dapat menjadi cukup obsesif. Meskipun kecil sekali, pada kenyataannya memang terdapat satu perbedaan antara kerja keras dan obsesi. Atau, sebetulnya boleh dikatakan bahwa suatu kecenderungan yang mengarah pada obsesiveness yang berkaitan dengan pasar (keuangan), dan juga pada bisnis yang lain, pada umumnya adalah suatu sikap yang dihubungkan dengan keberhasilan.
Lucu tapi nyata, hanya beberapa investor yang melakukan pekerjaan rumah secara konsisten. Meskipun mereka telah mengembangkan indikator teknikal yang bagus dan suatu metode untuk bertransaksi yang efektif, tetap saja tidak akan memperoleh keuntungan jika yang dilakukan pemodal hanya bermalas-malas sepanjang hari.
Saya sudah bertemu dengan banyak investor yang berpuas diri pada analisa pasar mereka, tidak mau melakukan pekerjaan rumah dan akhirnya masih keheranan kenapa mereka menderita kerugian.
Jadi, jika ingin meraih sukses di pasar berjangka ataupun pasar modal, pemodal harus menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum masuk ke pasar untuk bertransaksi.
Selamat bertransaksi di pasar keuangan dan semoga Anda memperoleh banyak keuntungan melalui transaksi Anda. Salam sejahtera!

Read More ..

FUTURES-Klinik Investasi : Besarkah Peluang Investasi di RESI GUDANG?

Dengan UU No. 9/2006 tentang Sistem Resi Gudang, dokumen barang yang dikeluarkan pemilik gudang yang sudah berizin, kini sudah menjadi dapat dinegoisasikan (negotiable).
Ini berarti pihak yang memasukkan barang dengan mudah dapat memindahtangankan resi gudang ke orang lain, dengan hanya melakukan endorsement atau menempatkan tanda tangan dan mencatatkan dibalik resi itu kepada siapa dokumen itu dialihkan berikut tanggalnya.

Penerima resi juga dapat memindah-tangankan dokumen itu kepada orang lainnya dengan cara yang sama. Pemegang resi gudang paling akhir akan dapat mengambil barang yang disimpan di gudahg itu hanya dengan menyajikan dokumen barang itu.
Dalam hal ini resi gudang menjadi persis sama dengan bill of lading. Metode pemindahannya menjadi luar biasa mudah untuk dilakukan.
Kalaupun saya, menyetor barang ke gudang terdaftar, saya mendapat resi gudang. Jika resi gudang itu dijual kepada pihak kedua, saya cukup menulis sejumlah keterangan dibalik resi gudang itu seperti, "Serahkan barang itu kepada si Anu untuk ditandatangani sekaligus membuat tanggal pada tanda tangan saya."
Dengan sendirinya saya tidak akan lupa menerima uang dari transaksi resi gudang itu.
Seandainya pihaa kedua lupa menyimpan resi gudang d tempat yang aman dan ditemukan oleh pihak ketiga, penemu dokumen barang ini dapat saja menulis, "Serahkan (resi gudang) ke Tito" untuk ditandatangani.
Dalam hal ini, seolah-olah Tito bertindak sebagai pihak ketiga dan menandatangani resi itu berikut tanggalnya. Tito dapat mengambil barang yang tertera dalam resi gudang itu cukup dengan menunjukkan bukti diri.
Bila, nanti ketahuan bahwa pihak ketiga sebenarnya tidak berhak atas barang yang tertera dalam resi gudang, dia tentunya akan mendapat sangsi dan dihukum.
Namun, dalam hal ini Tito tidak salah dan tetap berhak atas barangnya dan tentu saja dengan catatan tersebut, dia tidak tahu pihak yang memperoleh resi itu telah melakukan tindakan yang melawan hukum.
Pemegang dokumen yang dapat dinegoisasikan itu (negotiable document) dalam hal ini adalah pemilik sah, meskipun orang yang menyerahkan dokumen itu bukan sebagai pemilik yang sebenarnya.
Ini memberikan kepastian hukum bagi pembeli resi gudang. Pembeli tentu saja tidak perlu mengusut asal muasal resi gudang tersebut.
Sifat yang dapat dinegoisasikan ini telah membuat dokumen barang itu dapat diperdagangkan di bursg oleh antar pihak yang tidak saling mengenal.
UU Sistem Resi Gudang sudah memikirkan hal itu dan membolehkan dokumen barang itu dikeluarkan secara electronik oleh satu pusat registrasi.
Selain mempermudah perdagangannya, kemungkinan pemalsuannya juga dapat ditangkal. Dengan kemajuan teknologi, proses pemeriksaan dengan mudah dilakukan secara electronik dengan melacak kebenaran pemilik resi gudang itu apakah memang berniat menjual barangnya?

KEAMANAN RESI GUDANG
Proses penjualan resi gudang itu menjadi sama amannya dan berbahayanya dengan transaksi jual-beli saham perusahaan publik.
Adanya perdagangan kontrak berjangka yang subyeknya sama dengan resi gudang akan sangat memajukan sistem resi gudang.
Seorang pembeli resi gudang dapat melindungi posisi dengan menjual kontrak berjangkanya, jika peminat merasg harga komoditas yang diresi-gudangkan itu akan turun.
Sebaliknya jika terdapat para pihak yang merasa hargg komoditas yang diresigudangkan itu akan nail, tetapi terpaksh menjual karena kebutuhan uang yang meadesak, mereka dapat menjual resi gudangnya dan membeli kontrak berjangkanya, sehingga dia dapat menikmati kenaikan harga komoditas itu meskipun dokumen itu sudah dijual.
Pada dasarnya praktik resi gudang seperti meminjam uang ke bank dengan agunan resi gudang, namun tanpa banyak dokumentasi dan berpotensi mendapat pembiayaan sebesar 100% dari harganya.
Dilihat dari segi investor pemilik uang, resi gudang merupakan investasi yang jelas hukumnya, mudah dijual kembali. Malah, bisa dijual dimuka di lantai bursa yang diawasi pemerintah.
Dengan melakukan tukar fisik dengan berjangka, investor malah dapat memastikan dengan penjual semula, dengan harga berapa dirinya dapat menjual kembali komoditas itu tanpa resiko gagal janji.
Ini membuka kemungkinan peer to peer lending atau person to person lending tanpa perantaraan bank tanpa resiko gagal janji.
Tingkat pengembalian yang diharapkan Bank Century sebesar 15% per tahun jadi dapat dinikmati investor secara langsung, tanpa perlu menanti pembeli siaga di pasar yang juga belum diketahui keterkenalannyla.
Dengan mengandalkan sistem kliring yang sudah teruji lebih dari 150 tahun, investor dapat langsung membeli dan menjual kontrak berjangka di BBJ dan menikmati return yang di jamin oleh lembaga kliring tanpa withholding tax.
Semoga bermanfaan dan salam sejahtera!

Read More ..

Minggu, 10 Mei 2009

KLINIK INVESTASI : Kiat Investasi di Perdagangan Berjangka

Di antara berbagai macam instrument investasi yang ada di pasar, salah satu di antaranya, yang mungkin juga belum terlalu akrab dengan para investor di Indonesia, adalah instrumen kontrak berjangka komoditi.
Investasi pada kontrak berjangka komoditi diartikan sebagai kegiatan jual-beli komoditi/asset dengan penyerahan kemudian berdasarkan kontrak berjangka. Ada beberapa karakteristik yang menjadi kekhususan dari instrument investasi ini, antara lain adanya kontrak standar, adanya margin, dan bahwa penyerahan komoditi secara fisik bukan menjadi tujuan utama.

Instrumen investasi kontrak berjangka komoditi ini memiliki kekhususan di mana tujuan dari investasi ini adalah untuk memanajemen risiko dari portofolio investasi seorang investor. Hal ini dapat dilakukan karena untuk memulai sebuah transaksi berjangka tidak dibutuhkan uang dengan jumlah sebesar harga komoditi yang ingin dibeli. Investor hanya perlu mendepositkan sejumlah uang dengan margin 5-10% dari harga komoditi yang diperdagangkan. Hal lain yang menarik dari instrumen ini adalah bahwa para investor dapat masuk ke pasar baik pada saat pasar bergerak BEARISH maupun BULLISH. Keuntungan juga dapat diperoleh baik pada saat harga turun maupun pada saat harga naik. Jika investor ingin melikuidasi dananya ia dapat memilih untuk mendapatkan komoditi fisik atau dengan CASH SETTLEMENT. Pembentukan harga pada investasi ini semata-mata didasarkan pada indikator penawaran dan permintaan.

Meskipun sangat menarik para investor sebaiknya benar-benar memahami bahwa return yang besar pasti juga disertai dengan risiko yang seimbang. Kondisi ini juga berlaku bagi investasi pada kontrak berjangka komoditi ini. Para pemain yang dianjurkan untuk masuk ke dalam jenis investasi ini haruslah yang memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
1. Memiliki pengertian dan pemahaman yang sangat baik tentang kondisi pasar dan aturan-aturan dalam investasei berjangka
2. Dana yang dimiliki haruslah berlebih. Bagi orang-orang yang tidak memiliki dana berlebih, tidak dianjurkan untuk masuk ke dalam investasi ini karena risiko yang sangat tinggi.
3. Pelaku investasi ini harus matang dalam emosi dan siap menanggung risiko yang besar.

Dari beberapa syarat bagi seorang investor berjangka, yang terpenting adalah kesiapan untuk menanggung risiko. Dengan demikian investasi ini tidak cocok dilakukan dengan menggunakan 100% permodalan dan dilakukan oleh orang-orang pada posisi pemegang dana yang bukan milik pribadi, seperti bendahara.

Mengingat banyaknya kasus di mana para investor tertipu oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai pialang berjangka, perlu diketahui tips-tips untuk memilih pialang berjangka yang dapat mewakili investasi Anda. Umumnya mereka yang tertipu tergiur oleh janji keuntungan yang sangat besar dengan risiko yang hampir tidak ada. Perlu sekali diingat oleh siapa pun yang ingin berinvestasi bahwa setiap investasi pasti memiliki risiko. Terutama sekali dengan investasi yang memberikan return yang tinggi, risiko yang dihadapi juga pasti tinggi.

Adapun tips-tips yang harus diperhatikan untuk memilih pialang berjangka adalah:
1. Pastikan perusahaan pialang Anda memang memiliki ijin sebagai pialang berjangka dan terdaftar sebagai anggota bursa berjangka.
2. Pastikan pula perusahan pialang Anda memberlakukan SPREAD dan KOMISI yang sudah sesuai dengan ketentuan. Jangan ijinkan diri Anda dikenai spread maupun komisi yang terlalu tinggi.
3. Pastikan perusahaan pialang Anda memberikan pelayanan dan sarana yang baik.
4. Pastikan perusahaan pialang Anda memiliki reputasi yang baik.
5. Jangan percaya kepada perusahaan pialang yang menjanjikan FIXED INCOME. Sekali lagi ditekankan bahwa investasi berjangka adalah investasi yang memiliki return dan risiko yang cukup tinggi sehingga tidak mungkin ada tingkat return tertentu yang dapat dijaminkan.
6. Pastikan pula Anda memperoleh penjelasan tentang kemungkinan risiko dengan sejelas-jelasnya.

Semoga dengan penjelasan tentang investasi berjangka komoditi ini Anda dapat memperoleh pencerahan dan dapat mempertimbangkan sara investasi berjangka ini sebagai salah satu portofolio investasi Anda. Selamat berinvestasi!

Read More ..

Education-COMMODITY : Emas, Investasi Tahan Banting di Masa Krisis

(Commodity) – Emas secara tradisional dan historis telah merupakan suatu pilihan investasi, dan nampaknya masih tetap akan menjadi sarana investasi yang menjanjikan, apalagi di masa krisis seperti sekarang ini. Sebagai komoditas, emas dikenal merupakan komoditas safe haven yaitu aset pilihan yang aman terutama pada waktu timbulnya gejolak. Status sebagai investasi safe haven ini diperoleh emas karena sejumlah alasan –tidak sedikit- yang menonjol.

Alasan pertama adalah karena emas adalah komoditas yang paling likuid. Siapa pun dapat membeli dan menjual emas secara fisik dengan mudah, tidak seperti lazimnya komoditas lain, harga jual emas tidak tergantung tawar-menawar. Di samping itu emas merupakan komoditas yang menyerupai mata uang. Pembayaran dengan emas lazim diterima di mana saja di seluruh dunia. Pada kenyatannya, semua mata uang dunia ditopang (back-up) oleh emas.

Selain kedua alasan yang telah disebutkan di atas, emas juga merupakan komoditas yang anti inflasi. Harga emas akan selalu mengikuti inflasi. Di saat inflasi meningkat, harga emas juga akan selalu meningkat. Harga emas yang pasti meningkat seiring inflasi disebabkan karena supply emas secara global tetap sedangkan permintaannya terus mengalami peningkatan.

Di saat-saat krisis, seperti meningkatnya suhu politik dunia, ancaman dan terjadinya perang, serta pada saat kekacauan financial global, dalam sejarah emas selalu menjadi investasi pilihan, dengan kecenderungan harga yang meningkat.

Emas, selain itu, merupakan investasi utama bagi seluruh kalangan masyarakat. Adalah suatu fakta bahwa emas adalah pilihan investasi, mulai dari kalangan ibu rumah tangga hingga di antara para penentu (decision makers) kebijakan bank sentral di seluruh dunia sebagai bagian dari cadangan bank sentral.

Investasi di dalam komoditi emas juga sangat mudah. Pergerakan harga komoditas ini sebenarnya dapat diprediksi. Selain itu, harga emas berkaitan erat dengan harga minyak mentah dan mata uang. Trend harga emas cenderung sangat terpengaruh oleh indikator yang bersifat fundamental dibandingkan yang bersifat teknikal. Emas itu dapat diperdagangkan secara fisik maupun secara non-fisik melalui kontrak berjangka.

Bagi Anda yang mengerti investasi emas dalam perdagangan kontrak berjangka, terlihat bahwa investasi ini menguntungkan, karena memiliki two ways opportunities, yaitu dapat meraih keuntungan baik saat harga naik maupun saat harga turun.

FENOMENA HARGA EMAS TANUN 2008
Sepanjang tahun 2008 ini pergerakan harga emas begitu fenomenal. Harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi pada tanggal 17 Maret 2008 pada level $1032 USD per troy ounce dan terkoreksi tajam ke level $681.40 pada tanggal 24 Oktober 2008.

Dalam pasar di Indonesia, dapat digambarkan harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi pada tanggal 17 Maret 2008 pada level Rp311.300 per gram dan terkoreksi tajam ke level Rp223.500 pada tanggal 24 Oktober 2008. Pada tanggal 18 November harga emas berada pada level Rp275.500 (sehubungan dengan menguatnya USD terhadap Rupiah).

Rekor harga emas yang dicapai pada tahun ini didorong oleh sempat melemahnya nilai tukar dolar terhadap euro, yang juga mencapai rekor terendahnya. Pergerakan emas lazim berlawanan arah dengan pergerakan dolar AS karena emas digunakan sebagai alternatif investasi di saat nilai tukar dolar mengalami penurunan.

SAFE HAVEN, PILIHAN PADA SAAT KRISIS
Di saat krisis keuangan yang melanda dunia, sangat boleh jadi ini merupakan saat yang tepat untuk mengoleksi emas. Apalagi dengan kondisi bahwa harga emas saat ini relatif murah. Jika kita melihat dari rekor harga emas yang pernah dicapai, besar kemungkinan harga rekor tersebut akan kembali dicapai, bahkan dilampaui. Dengan demikian sangat bijak untuk menghiasi portofolio Anda dengan investasi emas untuk saat krisis global ini.

Kalau menguntungkan, mengapa tidak?

Read More ..

Kamis, 07 Mei 2009

STOCK : Proses Penawaran Umum Saham Ke Publik

Seringkali kita mendengar kabar atau berita bahwa suatu perusahaan melakukan IPO atau Intial Public Offering atau penawaran saham perdana ke Publik. Apa yang dimakud dengan IPO ? Apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan sebelum emisi? Pada saat emisi ? dan Sesudah emisi?

IPO secara sederhana adalah proses suatu perusahaan melempar saham ke publik. Hal ini dalam rangka mencari pembiayaan eksternal secara umum. Langakh lainnya yang dapat dilakukan dalam melakukan pembiayaan ialah dengan melakukan emisi obligasi, right issue , pinjaman perbankan , dll.

Proses IPO sering kali dikaitkan dengan istilah go publik. Hal ini karena setelah IPO maka akan ada kepemilikan saham yang dimiliki oleh publik didalamnya. Dengan melakukan IPO maka hegemoni perusahaan yang terbuka gengsinya lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang masih bersifat privat.

Perusahaan publik berdasarkan dengan UU Pasar Modal (UUPM) adalah perusahaan terbatas dengan kepemilikan pemegang saham lebih dari 300 pihak dengan modal disetor minimal Rp 3 Milyar.

Apa – apa saja yang harus dilakukan perusahaan yang akan IPO? Setidaknya ada 7 hal yang harus dilakukan. Pertama ialah menyiapkan rencana IPO. Kedua ialah melakukan pengesahan rencana IPO melalui RUPS. Ketiga ialah melakukan penunjukan penjamin emisi (underwriter ), profesi penunjang, dan lembaga penunjang. Keempat ialah mempersiapkan kelengkapan dokumen. Kelima ialah melakukan konfirmasi agen penjual saham oleh underwriter. Keenam ialah dengan membuat kontrak pendahuluan dengan bursa efek. Lalu ketujuh adalah melakukan penandatangan perjanjian – perjanjian yang terkait.

Lalu selanjutnya apa saja yang dilakukan saat IPO? Ada 3 hal yang akan dilakukan saat melakukan Emisi IPO. Pertama ialah melakukan penawaran saham IPO oleh sindikasi penjamin emisi dan emiten. Kedua ialah melakukan penjatahan kepada pemodal. Ketiga ialah melakukan penyerahan efek kepada pemodal.

Setelah melakukan IPO maka perseroan wajib melakukan pelaporan sebanyak 7 jenis pelaporan. Pertama melaporkan laporan penggunaan dana hasil penawaran IPO. Kedua melaporkan Kertas Kerja Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan . Ketiga ialah melaporkan laporan Tahunan. Keempat adalah melaporkan segala hasil RUPS. Kelima adalah melaporkan pemenuhan prosedur suatu transaksi. Keenam melaporkan keterbukaan informasi dan ketujuh adalah melaporkan keterbukaan pemegang saham tertentu.

Read More ..

STOCK : Dilema Dari Leverage

Dalam teori ilmu keuangan salah satu cara agar meningkatkan imbal hasil bagi para pemodal (ditunjukkan dengan ROE – Return on Equity) adalah dengan meningkatkan leverage. Hal ini dilakukan grup bakrie melalui perusahaan investasinya Bakrie and Brothers (BNBR).

Pada semester 1 tahun lalu perseroan begitu optimis menatap masa depan dengan melakukan akuisisi anak usaha terafiliasinya yaitu dengan melakukan akuisisi anak usahanya yaitu Bakrieland (ELTY), Bumi Resources (BUMI), Bakrie Telecom (BTEL) dan Energi Mega Persada (ENRG).

Akan tetapi akibat adanya krisis global ditandai dengan Bangkrutnya Lehman Brothers dkk, maka malapetaka bagi BNBR dimulai. Leverage yang tinggi ternyata tidak membuat menaikkan “shareholder hapiness” tapi justru menjadi mimpi buruk bagi BNBR. Akibat sebagian besar hutang BNBR akan jatuh tempo pada tahun ini, maka BNBR harus mencari dana kembali untuk menutup hutang perseroan yang besar.

Krisis global yang terjadi membuat likuiditas menjadi ketat. Hal ini membuat sulit bagi BNBR mendapatkan hutang . Akhirnya BNBR terpaksa melakukan transaksi Repo. Dalam transaksi Repo maka BNBR harus menjamin sejumlah saham yang mereka miliki kepada krediturnya.

Akan tetapi “crash” pasar modal membuat harga saham yang dijaminkan BNBR menjadi turun. Sehingga nilai jaminan pun menjadi turun. Hal ini membuat para kreditur memaksa BNBR menambah jaminan yang mereka miliki karena nilainya terus turun. Hal ini membuat saham BNBR diterpa isu gagal bayar sehingga saham grup Bakrie di bursa terus tertekan.

Dikeluarkan Dari LQ45
Akibat kasus ini maka saham Grup Bakrie sempat disuspen otoritas bursa. Hal ini menjadikan saham grup Bakrie menjadi kurang likuid dan akhirnya membuat otoritas bursa mengeluarkan saham Grup Bakrie yaitu dari kelompok saham LQ45 baru –baru ini. Enam saham grup Bakrie tak lagi masuk kelompok saham elit LQ-45. Keluarnya saham Bakrie dari LQ-45 karena sahamnya sudah tidak likuid dan pernah mengalami suspensi lama di bulan Oktober 2008.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri sudah mengumumkan daftar saham LQ 45 untuk periode 2 Februari sampai 31 Juli 2009. BEI melakukan review terhadap daftar saham LQ 45 setiap enam bulan sekali. Faktor kinerja saham grup Bakrie yang sudah tidak likuid menjadi sebab musabab Grup Bakrie dikeluarkan dari LQ45.


Restrukturisasi Hutang

Besarnya hutang BNBR membuat saat ini berusaha melakukan berbagai restrukrisasi hutang. BNBR menyatakan bahwa dengan adanya langkah restrukturisasi hutang yang dilakukan perseroan akan membuat beban hutang tergerus drastis. Saat ini beban hutang BNBR mencapai US$ 1,45 Milyar, lalu dengan adanya restrukturisasi hutang akan membuat hutang BNBR menjadi hanya US$ 92 juta atau turun 94%.

Perseroan akan melakukan obligasi konversi menjadi saham dan right issue dalam waktu dekat. BNBR akan menerbitkan obligasi konversi sebesar Rp 4,26 Trilyun kepada Northstar Pacific. Lalu nanti obligasi akan ditukar dalam bentuk saham dengan harga Rp 100-110 perlembarnya. Hal ini merupakan konsekuensi dari pengambilalihan hutang BNBR oleh Northstar Pacific pada Desember lalu. Northstar mengambil alih hutang BNBR kepada Oddicson Finance senilai US$ 575 juta.

Dengan adanya konversi tersebut maka Northstar akan mengembalikan jaminan saham –saham anak usaha BNBR yang dijaminkan. Saham – saham tersebut adalah 11,92% saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), 43,2% saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), 8,03% saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), dan 24,86% saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

Namun restruktrisasi ini mengandung konsekuensi. Akibat adanya konversi ini maka akan terjadi dilusi saham dari kepemilikan saham di BNBR. Nortshtar pacific akan menjadi pemilik terbesar di dalam BNBR dengan memiliki 31 % saham BNBR pasca konversi obligasi tukar pada Mei. Hal ini berarti lebih besar dari keluarga Bakrie yang memiliki 26,68% saham BNBR melalui Long Haul dan Capital Managers Asia. Dengan menjadi pemilik terbesar ini maka Northstar akan berpeluang menempatkan orangnya dalam jajaran direksi BNBR

Akibat dari besarnya leverage tersebut maka justru bisa menjadi bumerang. Apalagi bila terjadi mismatch dalam artian bahwa meminjam uang dalam jangka pendek tapi digunakan untuk jangka panjang. Hal ini yang terjadi pada BNBR. Ketika mengakuisisi anak usaha terafiliasi maka seharusnya perseroan meminjam dana dengan time frame yang lebih panjang.

Read More ..

STOCK : Bermain Dengan Saham “Tender Offer”

Jika kita mencermati pasar saham secara seksama belakangan ini maka sebenarnya ada peluang investasi yang cukup “menggiurkan” di bursa. Ditengah situasi pasar saham global yang bearish, namun ada beberapa saham yang naik signifikan dalam suatu periode tertentu. Hal ini karena adanya pelaksanaan Tender Offer (TO) yang membuat harga saham mengikuti harga tender offer saham. Oleh karena itu bermain di saham-saham yang diekspektasikan akan melakukan TO dapat menjadi investasi yang berpeluang memberikan return yang tinggi.

ATURAN TENDER OFFER

Secara umum istilah TO adalah penawaran pembelian saham kepada publik untuk menjual saham yang dimilikinya. Biasanya harga saham yang ditawar adalah lebih tinggi dari harga pasar. Itulah mengapa setiap adanya rencana TO, harga saham langsung melesat signifikan.
Bapepam LK sendiri pada pertengahan tahun lalu mengeluarkan aturan TO baru. Setidaknya ada dua aturan yang dikeluarkan Bapepam-LK, dan salah satunya penyempurnaan Peraturan Nomor IX.H.1. Dalam aturan TO yang baru diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dengan tetap memberikan kesempatan kepada para investor pasar modal untuk tetap memiliki saham Perusahaan Terbuka walaupun telah terjadi pengambilalihan terhadap Perusahaan Terbuka. Peraturan Nomor IX.H.1 memuat antara lain:

1. Kewajiban Penawaran Tender atas saham Perusahaan Terbuka yang telah diambilalih, hanya dikenakan kepada pengendali baru Perusahaan Terbuka yang memiliki saham lebih besar dari 50% dari seluruh saham yang disetor penuh, atau Pihak tersebut mempunyai kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara apa pun pengelolaan dan/atau kebijakan perusahaan.

2. Jika kewajiban Penawaran Tender mengakibatkan Pengendali baru memiliki saham Perusahaan Terbuka lebih dari 80% dari modal disetor Perusahaan Terbuka, maka dalam jangka waktu paling lama dua tahun, Pengendali baru wajib mengalihkan kembali saham Perusahaan Terbuka tersebut kepada masyarakat sehingga saham yang dimiliki masyarakat menjadi paling kurang 20% dari modal disetor Perusahaan Terbuka dengan ketentuan saham tersebut dimiliki paling kurang oleh 300 (tiga ratus) Pihak.

3. Harga Penawaran Tender untuk saham yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek adalah paling kurang sebesar harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek selama 90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum pengumuman pengambilalihan atau negosiasi, atau harga Pengambilalihan yang sudah dilakukan. Harga tersebut harus dipilih harga yang lebih tinggi.

4. Penyempurnaan ketentuan mengenai pengecualian atas kewajiban Penawaran Tender bagi pengendali baru Perusahaan Terbuka, dengan menambahkan ketentuan yang menyatakan bahwa Penawaran Tender tidak diwajibkan bagi pengendali baru Perusahaan Terbuka apabila perolehan saham terjadi karena pelaksanaan kebijakan badan atau lembaga pemerintah atau negara, atau jika pelaksanaan Penawaran Tender akan bertentangan dengan peraturan perundangundangan

BELAJAR DARI KASUS SEBELUMNYA
Seperti dapat dilihat di saham Indosat (ISAT) dan Petrosea (PTRO) belum lama ini. Saham ISAT pada periode 19 November 2008 – 5 Januari 2009 naik pesat sebesar 50,94% yaitu dari Rp 3975 menjadi Rp 6000. Hal ini karena adanya akuisisi yang dilakukan oleh Qatar Telecom (Qtel) terhadap ISAT.

Pada Juni lalu, Singapore Technologies Telemedia (STT) mengumumkan telah menjual 40,8% saham ISAT ke Qtel. Nilai transaksi tersebut mencapai US$ 1,8 Milyar atau setara dengan Rp 16,740 Trilyun. Pada desember 2002 lalu , ISAT membeli 41,94% saham ISAT senilai Rp 5,62 Trilyun Qtel membeli saham ISAT melalui akuisisi Asia Mobile Holding (AMH) dari STT. AMH sendiri merupakan pemgang saham ISAT. Qtel memiliki 44 juta pelanggan pelanggan di seluruh dunia yang tersebar di 16 negara. STT sendiri “terpaksa” menjual ISAT karena keputusan KPP yang mengharuskan Temasek (bapak usaha dari STT) melepas salah satu kepemilikan mayoritasnya di ISAT atau Telkomsel akibat melakukan monopoli di pasar seluler Indonesia.

Lalu Qtel ingin meningkatkan kepemilikan saham di ISAT hingga 65%, sehingga pada Januari lalu pihak Qtel melakukan tender offer saham ISAT ke publik sebanyak 24,2% saham ISAT senilai Rp 7388 per lembarnya. Hal ini membuat saham ISAT pada periode 50,94% naik pesat seperti yang telah dijelaskan diatas.

Begitupula dengan yang terjadi pada saham PTRO, pada Februari lalu Indika Energy (INDY) mengakuisisi 81,95% saham PTRO senilai US$ 83,8 Juta. Hal ini membuat saham PTRO naik pesat pada periode 13 Februari – 18 Maret 2009, dengan naik sebesar 138% lebih dari Rp 4300 menjadi Rp 10.250 karena ekspektasi akan dilakukannya tender offer atasa saham PTRO.

INDY sendiri mengakuisisi PTRO dari tangan Clough International. INDY optimis kinerja perseroan akan naik pasca akuisisi ini. Selain itu dengan adanya akuisisi ini akan membuat diversifikasi usaha di bidang energi, jasa dan infrastruktur energi. PTRO sendiri merupakan perusahaan yang bergerak pada konstruksi infrastruktur energi.

Namun investor dalam mengakumulasi saham –saham yang diperkirakan akan melakukan TO tetap dengan memperhatikan resiko yang ada. Seperti rumor dan juga kebenaran dari akuisisi. Hal ini bila tidak dilakukan akan membuat investor terjebak pada permainan para ”bandar” di lantai bursa.
Semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi!

Read More ..

Selasa, 21 April 2009

FUTURES : Derivatif, instrumen yang terlupakan sejak krisis

"Investor institusi global yang aktif di industri jasa keuangan dan pasar negara berkembang sangat membutuhkan instrumen untuk melindungi nilai aset mereka dari resiko transaksi lintas negara," tulis riset George Tsetsekos dan Panos Varangis untuk The World Bank Research Observer tujuh tahun silam.

Tsetsekos ketika itu menjabat sebagai Vice Provost and Professor of Finance Drexel University, sedangkan Varangis adalah ekonom Development Research Group Bank Dunia.
Mereka mengatakan produk yang dapat digunakan untuk melindungi nilai itu dikenal dengan instrumen derivatif.
Mengacu kepada definisinya, produk ini merupakan turunan dar sejumlah instrumen jasa keuangan antara lain saham, obligasi, komoditas, indeks, dan valuta asing.
Secara umum derivatif memang salah satunya bertujuan untuk lindung nilai aset terhadap resiko investasi. Namun, lebih jauh instrumen itu juga bisa dijadikan sebagai pendukung aksi spekulasi.
Berdasarkan karakteristiknya, tak heran sejak pertengahan 1980, jumlah bursa yang mentransaksikan produk itupun berkembang cukup signifikan.
Hingga kini, tdak kurang 1.200 produk derivatif, turunan dari lima produk jasa keuangan di atas (saham,obligasi,komoditas,indeks, dan valuta asing), telah beredar di pasar global.
Hanya saja, dari seluruh instrumen tersebut, tak sampai ratusan jenis produk yang telah diterbitkan dan ditransaksikan di Tanah Air.
Kendati kurs rupiah sempat terpuruk dari level Rp.2.300 pada Januari 1997 hingga melambung menjadi Rp.16.650 pada pertengahan 1998, produk derivatif masih belum menjadi andalan pasar keuangan hingga tahun 1980-an.
Jika produk ini ada dan tidak terlupakan sejak krisis, tunggakan kredit macet hingga ribuan triliun rupiah mestinya tidak terjadi di Indonesia. Apa pasal, para denitor kakap tentunya punya sarana lindung nilai.
Hingga kini, sebut saja produk derivatif yang sudah diperdagangkan di Indonesia antara lain indeks saham, kontrak berjangka LQ-45, kontrak indeks emas, dan olein.
Mengapa demikian? Kondisi ini tidak terlepas adanya regulasi yang tidak saling mendukung antara instansi terkait di pasar jasa keuangan Indonesia. Mestinya dibentuk sinergi regulasi antara pihak terkait.
"Kalau pasar derivatif di Indonesia sudah bagus, salah satu manfaatnya yang akan diperoleh adalah dana asing tidak akan cepat lari ke luar negeri. Volatilitas nilai tukar juga dapat dijaga."
Saya menyayangkan Indonesia yang berencana mengembangkan ekonomi berbasis pasar, tetapi tidak menyertainya dengan menyediakan jaringan pengaman yang juga berbasis pasar.
Alhasil, karena kelemahan sistem pasar berbasis produk derivatif ini, pasar keuangan domestik sangat rentan digoyang uang panas (hot money). Padahal, kalau bisa ditahan sejenak hot money bisa menjadi 'hot honey'.

Manfaat dervatif
Berbicara lebih jauh mengenai keuntungan instrumen derivatif, untuk lebih jelasnya mungkir dapat digambarkan seperti ilustrasi di bawah ini.
Seorang, investor Eropa berencana membeli saham perusahaan AS yang juga tercatat di bursa efek negara itu. Pembelian saham perusahaan itu menggunakan mata uang dollar AS, dan menimbulkan adanya resiko terhadap nilai tukar mata uang.
Untud melindungi nilai investasi, investor membeli kontrak mata uang untuk menahan nilai tukar pada level yang spesifik, sehingga ketika ada rencana menjual saham ke depan dan kembali mengkonversi mata uang menjadi Euro, resiko akibat rugi kurs dapat diperkecil.
Kondisi ini juga tidak jauh berbeda dengan investor asing saat memborong saham, obligasi, dan Sertifikat Bank Indonesia. Yang pasti dana investor asing yang selama sepekan kedua September dihamburkan di pasar modal hingga US$112 juta, jida terjadi kondisi yang tidak stabil di pasar keuangan global, mereka tidak akah serta-merta kabur dari Tanah-Air.
Investor ini bisa mencari altenatif investasi lainnya guna meredam potens rugi. Akibatnya, volatilitas nilai tukar pun akan terjaga. Rupiah tentunya stabil.
Sementara itu, bagi pemodal domestik, aksi lindung nilai ini juga sangat bermanfaat, semisal ketika pengelola reksa dana lokal yang terkena aksi redemption (penarikan dana besar-besaran).
Manajer investasi yang memiki aset besar akan sangat bingung ketika situasi pasar memburuk, harga surat utang negara sring anjlok, atau memburuknya pasar saham.
Karena tidak memiliki pilihan sarana lindung nilai, pengelola dana ini tentunya akan langsung melego asetnya. Dampaknya nilai aktiva bersih anjlok dan aset investor reksa dana pun meerosot, seiring turunnya harga obligasi.
Namun, jika di pasar Tanah Air tersedia banyak pilihan instrumen lindung nilai seperti kontrak berjangka obligasi, indeks obligasi, kontrak rupiah, indeks rupiah, atau sejumla opsi lainnya, pengelola dana ini tak perlu melego seluruh portofolio mereka saat terjadi redemption.
Nilai aset itu paling tidak dapat dijaga agar penurunannya tidak drastis.
Sekali lagi, konsep itu sepertinya masih menjadi mimpi untuk diimplementasikan di sini. Apalagi dengan dukungan regulasi yang masih setengah hati dari antara lain Bank Indonesia, Bapepam-LK, Bappebti, dan lainnya.

Persoalan restu Bank Indonesia untuk mengizinkan kontrak berjangka rupiah, pengaturan tentang pembukuan derivatif, transaksi derivatif dalam PSAK 55, dan kebijakan lainnya, harus segera diperjelas.
Jadi, tak usah heran karena persoalan ini pula rumput tetangga lebih hijau dibandingkan dengan milik sendiri.
Lihat saja, untuk instrumen derivatif kontrak berjangka minyak kelapa sawit, dan lainnya, para pelaku pasar di Tanah Air lebih memilih bertransaksi lindung nilai di Malaysia.
Namun, apa pun kondisinya, Indonesia masih menyimpan potensi untuk mengembangkan pasar derivatif itu.
Paling tidak merger PT. Bursa Efek Jakarta dengan PT. Bursa Efek Surabaya menjadi PT. Bursa Efek Indonesia dan berikutnya diharapkan dengan PT. Bursa Berjangka Jakarta, dapat menyajikan apa yang dibutuhkan investor global, seperti apa yang dikatakan Tsetsekos dan Varangis.
Semoga yang terlupakan sejak krisis itu, kini kembali dipandang. Selamat berinvestasi!

Read More ..

STOCK : Daya Tarik Membeli Saham Ketika IPO

Salah satu kiat investasi d pasar modal secara aman dan menguntungkan adalah membeli saham perusahaan yang baru masuk ke pasar modal.
Potensial capital gain yang diperoleh investor berasal dari kenaikan harga saham pada hari pertama perdagangan, setelah perusahaan listing di pasar modal.
Kenaikan atau perubahan harga saham pada hari pertama listing dikenal sebagai istilah initial return (IR). Selain dari IR, investor bisa mendapatkan capital gain dari perdagangan saham yang berlangsung di pasar sekunder.
Tidak mengherankan setiap perusahaan yang masuk ke bursa selalu mendapatkan sambutan hangat dari investor karena harga yang dtawarkan cenderung terdiskon untuk untuk memberikan daya tarik terhadap saham yang ditawarkan.
Kecenderungan ini menimbulkan penawaran mengalami kelebihan permintaan (over subscribed) terhadap setiap saham yang ditawarkan perusahaan yang baru masuk pasar modal.
Saya mencatat dari 119 kali pencatatan saham perdana di PT. Bursa Efek Jakarta selama periode 1999-2006, terdapat 105 saham yang berhasil meraih kenaikan harga pada penutupan hari pertama perdagangannya dibandingkan dengan harga saham ketika Initial Public Offering (IPO) digelar.
Hanya enam saham perusahaan yang tidak mampu memberikan kenaikan harga atau IR-nya nol.
Selain itu, terdapat delapan saham perusahaan yang menunjukkan IR negative, karena harga saham ketika hari pertama perusahaan listing di bursa justru turun dibandngkan penawaran harga saham perdana.
Namun, bukan berarti saham yang IR-nya negative selama periode perdagangan saham di pasar sekunder, harganya tdak pernah naik dar level harga perdana. Konsep IR adalah hanya melihat harga penutupan di hari pertama listing dibandingkan harga perdana.
Sebagai contoh IPO PT. Bank Saudara Tbk dengan kode perdagangan SDRA yang berlangsung pada 15 Desember 2006 dengan harga perdana Rp.115 per lembar. Pada perdagangan hari pertama ditutup pada level Rp.145 per lembar atau naik 26,09%.

MELIHAT KINERJA
Kelebihan permintaan yang terjadi di pasar perdana bisa diantisipasi oleh investor, dengan masuk ke pasar sekunder dengan tetap melihat kinerja fundamental emiten yang akan dibeli.
Terkadang harga di pasar sekunder, sesaat setelah perusahaan listing di bursa masih di bawah level fundamental dari Price Earning Ratio (PER) emiten perusahaan lainnya yang sejenis. Artinya, masih relatif aman bagi investor untuk menubruk saham tersebut.
Kejadian semacam ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di negara lainnya. IPO yang terjadi di Malaysia, Meksiko, Taiwan, Australia, AS, Thailand, dan masih banyak negara lain juga mengalami kejadian serupa.
Artinya, fenomena perolehan keuntungan pada hari pertama (first day trading return) menunjukkan adanya fenomena underpricing terhadap saham perdana yang ditawarkan ke pasar modal.
Meskipun, hal itu tidak terjadi pada semua saham yang masuk ke pasar modal dan kejadian pada setiap negara menunjukkan kecenderungan angka yang berbeda pula.
Umumnya, negara dengan tingkat perkembangan pasar modal yang maju mempunyai tngkat underprcing yang moderat dbandingkan dengan pasar modal di negara-negara yang dikategorikan sebagai pasar berkembang atau emerging market.
Penjaminan pelaksana emisi juga mempunyai kecenderungan menyiapkan strategi underpricing ketika harga saham perdana ditawarkan di pasar modal. Strategi ini merupakan sweetener (pemanis) untuk menarik minat dari investor.
Semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi!

Read More ..

Jumat, 10 April 2009

FUTURES : Madu dan Racun di Pasar Berjangka

Madu dan Racun di Forex-stock Index

Pasar mengenal stock index dan forex sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik. Ada madu berlumur disana. Tapi awas, juga ada racun yang lekat mengintai.
Perdagangan berjangka atau yang juga dikenal dengan Istilah futures trading memang menawarkan banyak alternatif sekaligus keunggulan. Adanya fasilitas margin dan leverage, misalnya, memungkinkan investor hanya menggunakan sebagian kecil dananya untuk suatu transaksi yang nilai riilnya puluhan hingga ratusan kali lebih besar. Dari sini potensi keuntungan yang diraih bisa sangat besar. Hebatnya lagi, semua itu bisa diraup hanya dalam hitungan waktu yang teramat singkat.
Di sisi lain, karena adanya fasilitas tersebut, peluang terjadinya kerugian juga tidak kalah besar. Dana investor bisa tiba-tiba susut bahkan amblas sama sekali dalam waktu singkat. Bahkan ketika nasabah menambah dananya karena kena margin call, tambahan dana itu juga tidak otomatis aman. Tidak ada garansi dana tersebut tidak akan berkurang atau kembali amblas.
Di futures trading, pada hakekatnya investor mentransaksikan (Jual-beli) kontrak atas komoditas tertentu. Kontrak ini sudah mencakup spesifikasi produk yang ditransaksikan. Ada satuan volume (lot), masa jatuh tempo, tempat/lokasi penyerahan, dan lainnya. Sepanjang belum jatuh tempo, kontrak ini bisa saja beredar dari satu tangan ke tangan lain dalam frekuensi yang tidak terbatas.
Bicara soal kontrak pada perdagangan berjangka, jangan bayangkan ada selembar atau beberapa lembar kertas lengkap dengan segel atau materai yang mondar-mandir dari satu tangan ke tangan lain. Bukan. Kontrak dalam industri ini sama sekali berbeda dengan kontrak jual beli rumah, sewa-menyewa barang, kontrak kerja antara pegawai dan perusahaan, atau yang lainnya. Seperti disebutkan sebelumnya, kontrak di sini adalah semacam standarisasi atas objek yang ditranskasikan.
Selain itu, kendati disebut ’memperdagangkan kontrak’ sejatinya tidak ada selembar pun kertas yang berpindah tangan. Semua transaksi itu cukup tercatat di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan dijamin serta dikliring oleh PT Kliring Berjangka Indonesia. Penjual dan pembeli tidak perlu tahu siapa yang menjadi lawan transaksinya. Pada titik ini PT KBI menjadi penjual bagi setiap pembeli dan menjadi pembeli bagi tiap penjual.
Forex dan Index
UU No. 32/1997 memang menyebut obyek yang ditransaksikan dengan kata "komoditi". Meski demikian UU tidak membatasi pengertian komoditi yang dimaksud pada produk primer, seperti produk pertanian atau pertambangan belakang. lnstrumen keuangan semisal valuta asing dan indeks saham pun bisa ditransaksikan di sini. Di kalangan pelaku pasar, kedua produk itu masing-masing lebih dikenal dengan sebutan foreign exchange atawa forex dan stock index.
Ada sejumlah kelebihan yang ditawarkan dalam perdagangan forex dan stock index yang tidak ditemukan pada jenis investasi lain. Di antaranya, pertama, return on investment yang tinggi. Ini keunggulan yang langka ditemukan pada beragam jenis investasi lain. Sebut saja properti, misalnya. Keuntungan yang mungkin dipetik memang bisa cukup besar. Namun investasi properti memerlukan dana yang besar. Sebaliknya pada forex dan stock index, potensi keuntungan yang mungkin diraup bisa sangat besar.
Kedua, likuiditas yang tinggi. Ini memungkinkan seorang investor dapat membeli dan menjual mata uang asing dan atau indeks sahamnya setiap saat. Selalu saja ada pihak yang siap membeli atau menjual kontrak yang ditransaksikan. Di sinilah peran penting lembaga kliring. Berbeda dengan investasi di properti yang sangat tidak likuid. Ketika butuh duit, tidak serta-merta properti yang mau dilego ada yang membeli. Selain itu, di bursa berjangka juga tidak ada istilah gagal serah atau gagal bayar seperti pada bursa saham.
Ketiga, modal yang dibutuhkan relatif kecil. Dengan sistem margin trading seorang investor dapat mentransaksikan sesuatu yang nilainya sangat besar dengan uang yang jauh lebih kecil. Ini dinamakan sistem leverage. Perkara ini sudah disinggung pada beberapa edisi sebelumnya. Bahkan, di awal tulisan ini pun sudah disebut-sebut tentang margin dan leverage.
Keempat, transaksi stock index dan forex bisa dilakukan setiap waktu dan di setiap tempat. Artinya, investor tidak harus terikat jam kerja kantor seperti pada umumnya. Misalnya, pukul 09.00-17.00, melainkan full selama 24 jam. Transaksi juga bisa dilakukan dari mana saja. Investor tidak harus datang ke kantor pialang. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, mereka bisa saja melakukan transaksi dari rumah, ruang kerja, bahkan dalam perjalanan dengan menggunakan telepon genggam.
Kelima, investor berkuasa penuh atas investasinya. Pada perdagangan berjangka, investor 100% mengelola dananya. Setiap keputusan jual atau beli berada di tangan yang bersangkutan. Peran broker hanya sebatas memberi masukan dan saran-saran.
Tidak ada satu pun transaksi yang boleh dilakukan tanpa persetujuan investor. Pada forex dan stock index, investor sendirilah yang menentukan waktu dan besarnya nilai investasi investor dapat membeli dan menjual mata uang asing dan atau indeks sahamnya setiap saat. Selalu saja ada pihak yang siap membeli atau menjual kontrak yang ditransaksikan. Di sinilah peran penting lembaga kliring.
Berbeda dengan investasi lainnya, pada umumnya investor tidak sepenuhnya memegang kendali dana yang ditanamkan. Bisnis di sektor riil, membuka restoran, misalnya. Investor sepenuhnya bergantung pada tenaga koki, pemasok bahan baku, lokasi restoran, dan lainnya. Begitu salah satu dari berbagai faktor tadi tidak pas, hampir dipastikan bisnisnya terancam karam alias gulung tikar.
Demikian juga dengan investasi di sektor keuangan lainnya. Sebut saja, reksadana, deposito, dan asuransi, misalnya. Pada investasi jenis ini, investor harus (rela) menyerahkan pengelolaan dananya kepada pihak lain.
Keenam, investor memperoleh pasokan data dan sumber informasi setiap saat. Contohnya harga. Lewat kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi, investor bisa langsung memantau pergerakan harga yang terjadi di pasar secara real time. Hebatnya lagi, semua itu bisa diakses kapan pun, dari mana pun, secara cuma-cuma alias gratis!
Ketujuh, tersedia account demo sebagai latihan bagi investor sebelum benar-benar nyemplung ke pasar. Account demo merupakan simulasi yang akan sangat membantu investor. Harga yang tertera di sini merupakan harga reil yang terjadi di pasar dunia. Satu-satunya yang membedakan dengan transaksi riil adalah, pada account demo dana yang digunakan adalah duit maya. Tidak ada uang yang benar-benar digunakan untuk bertransaksi.
Kedelapan, fasilitas leverage Seperti telah dijelaskan sebelumnya, dengan adanya fasilitas leverage, investor tidak harus menyediakan 100% dana yang dibutuhkan untuk transaksi. Dia cukup menyiapkan sebagian kecil, bahkan sampai 1:100, artinya investor dapat membeli atau menjual hanya dengan menyiapkan 1 % dana dari yang dibutuhkan dalam bentuk jaminan.
Kesembilan, transaksi dan pelaporan dilakukan dengan real time. Dengan sistem online trading, investor dapat bertransaksi secara langsung. Pada saat yang sama, dia akan mendapatkan laporan transaksi, tanpa harus menunggu dari pihak ketiga.
Kesepuluh, keamanan dan kerahasiaan terjamin. Transaksi yang dilakukan dengan online trading dijamin. Hal itu dimungkinkan karena sistemnya digunakan sudah canggih. Begitu juga dengan keamanan dan kerahasiaan dana yang ditransfer ke segregated account atawa rekening terpisah perusahaan pialang menjadi prioritas.

Tetap Ada Resikonya Lho...
Rangkaian cerita tadi sepertinya selalu bertabur suka dan banjir madu belaka. Yang dipaparkan semata keunggulan dan keuntungan bertransaksi forex dan stock index. Benarkah demikian? Benarkah investasi ini melulu dijejali kesempurnaan dan kebahagiaan bagi investor?
Tentu saja tidak. Anda tentu masih ingat dengan prinsip high risk high return, kan? Ini adalah hukum besi investasi. Tiap potensi keuntungan akan selalu berbanding lurus dengan potensi kerugiannya. Jadi, kalau transaksi forex dan stock index sepertinya menjanjikan keuntungan besar, sudah pasti di balik itu mengintip hantu bernama rugi yang tidak kalah seramnya.
Pada bagian awal tulisan ini telah dipaparkan, bahwa margin yang Anda titipkan ke perusahaan pialang bisa saja susut bahkan amblas. Sebelum dana itu benar-benar pupus, biasanya perusahaan pialang akan memberikan peringatan dini alias early warning. Dari sini investor mengetahui bahwa dananya mendekati lampu merah alias tidak mencukupi untuk menjamin posisi transaksinya.
Kejadian berikutnya, Anda akan kena margin call. Yaitu suatu permintaan dari perusahaan pialang agar Anda meng-inject dana tambahan. Kalau tidak, sistem trading akan secara otomatis melikuidasi posisi Anda, tentu saja dalam keadaan merugi.
Nah, investor yang bermaksud mempertahankan posisinya, mau tidak mau harus menyetor dana tambahan. Sayangnya, tidak ada jaminan dana tambahan itu otomatis akan menyelamatkan posisi dan mengembalikan kerugian investor. Bila pasar ternyata terus bergerak berlawanan dari yang diinginkan, apa boleh buat, kerugian kembali tercetak.
Artinya, dana tambahan yang telah disuntikkan itu pun jadi terancam berkurang, bahkan kembali habis sama sekali.
Nah, bagaimana? Cukup seram, kan? Benar. Perdagangan berjangka, termasuk transaksi forex dan stock index, memang memiliki tingkat risiko yang tinggi. Ia bukanlah investasi yang cocok bagi setiap orang. Hanya mereka yang memiliki pengetahuan dan keterampilan pasar yang memadai yang coeok dengan instrumen investasi ini.
Namun bagi para pelaku yang sudah masuk, ganasnya pasar bisa disiasati dengan melakukan analisis mendalam dan menjalankan risk management. Ada beberapa tools yang masuk kategori risk management. Antara lain limit order dan stop loss order. Juga ada cancel order. Jika ini dilakukan dengan benar, hasilnya akan baik. Sebaiknya Anda mempelajari lebih banyak konsep risk management ini.
Sebaliknya, kalau Anda merasa cuma seorang investor pemula, sebaiknya segera berdiri jauh-jauh dari lingkaran. Ayunan langkah mendekat, tentu saja, diizinkan. Tapi hal itu tidak dimaksudkan untuk langsung terjun. Anda boleh mempelajari dulu habis-habisan. Kemudian, lakukan trading secara virtual alias demo dengan menggunakan duit maya.
Nah, jika kemampuan dirasa cukup mumpuni, baru Anda boleh masuk gigi satu, dua, tiga dan seterusnya. Tancap, mang .... investor yang bermaksud mempertahankan posisinya, mau tidak mau harus menyetor dana tambahan. Sayangnya, tidak ada jaminan dana tambahan itu otomais akan menyelamatkan posisi dan mengembalikan kerugian investor.
Gurihnya Transaksi Forex dan Stock Index


INDEX MARKET INFO

Read More ..

FUTURES : Opsi

Sekilas Tentang opsi

Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang sebetulnya tidak berminat melakukan spekulasi berdasarkan kecenderungan pasar.
Yang pasti adalah, bahwa mereka menginginkan harga yang setinggi-tingginya untuk produk yang mereka jual.
Karena kita tidak dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa mendatang, sementara kita juga ingin tetap berhasil dalam kegiatan pasar, maka dewasa ini banyak orang yang mengalihkan perhatiannya kepada Opsi, karena Opsi memberi peluang bagi investor atau perencana perusahaan untuk “memiliki kue dan sekaligus juga memakannya”.
Penggunaan Opsi memungkinkan diperolehnya banyak manfaat, dan untuk itu tersedia berbagai strategi Opsi sesuai dengan kebutuhan bisnis anda.
Opsi adalah suatu kontrak antara 2 pihak dimana salah satu pihak (pembeli) memiliki hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual dari pihak lain (Penjual), suatu aset tertentu pada harga yang telah ditetapkan, pada atau sebelum saat/waktu tertentu. Karena itu penjual Opsi hanya memiliki tanggung-jawab atau kewajiban yang harus dipenuhinya apabila pembeli opsi “melaksanakan” haknya.
Opsi merupakan alat untuk memperoleh asuransi terhadap resiko yang dihadapi di pasar yang menjadi subjek kontrak Opsi, sekaligus memberi kesempatan kepada pembeli Opsi untuk mengambil keuntungan dari perubahan harga yang menguntungkannya. Perbedaan Opsi dengan Kontrak Berjangka adalah, bila Kontrak Berjangka ditujukan untuk melindungi si pengguna dari gejolak harga, maka disamping sebagai asuransi harga, Opsi juga sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan dari kesempatan yang ada.
Ada 2 jenis Opsi yang berbeda, yaitu Opsi put (put option) dan Opsi call (call option). Opsi put memberikan hak kepada pembeli Opsi untuk menjual komoditi sebagaimana tercantum dalam kontrak, sementara Opsi call memberikan hak kepada pembeli Opsi untuk membeli komoditi sebagaimana tercantum dalam kontrak. Dalam hal Opsi atas Kontrak Berjangka, maka yang dimakud dengan komoditi diatas adalah Kontrak Berjangka.
Yang perlu dicamkan adalah bahwa call dan put merupakan kontrak-kontrak yang sama sekali berbeda dan terpisah, memuat hak yang berbeda, dan bukan merupakan pihak lawan bagi transaksi yang sama. Setiap Opsi put dan Opsi call memiliki pembeli dan penjual sendiri-sendiri.
Meskipun cakupan isi brosur ini khusus mengenai Opsi atas Kontrak Berjangka, namun untuk memudahkan pemahaman anda tentang Opsi, berikut ini diberikan contoh sederhana tentang penggunaan Opsi call dalam pembelian tanah.
Misalkan saja tetangga anda menawarkan tanah pertanian seluas 10 Ha kepada anda seharga Rp. 25.000.-/m2. Anda ingin memiliki tanah itu, tetapi karena beberapa alasan, anda tidak dapat atau tidak ingin membeli tanah itu sekarang. Apa yang dapat anda lakukan untuk membeli tanah seharga Rp. 25.000.-/m2 tersebut? Dalam hal ini anda dapat membujuk tetangga anda itu agar menjual Opsi untuk membeli tanah tersebut kepada anda dalam kurun waktu tertentu, misalnya untuk selama enam bulan berikutnya pada harga tersebut. Atas hak istimewa ini, anda membayar kepada tetangga anda itu sebesar Rp. 500.-/m2 (atau sejumlah Rp. 5.000.000.- untuk luas tanah yang ditawarkan).
Dalam skenario diatas, Opsi berakhir dalam 6 bulan dan memerlukan biaya Rp. 500.-/m2 untuk hak membeli tanah pada harga Rp. 25.000.-/m2. Bila kita terapkan terminologi Opsi dalam contoh ini, dapat dikatakan bahwa masa berakhirnya Opsi adalah dalam enam bulan, dengan premi (premium) atau biaya Opsi sebesar Rp. 500.-/m2, dan Opsi call memiliki strike price (harga strike) Rp. 25.000.-/m2, yang berarti anda memiliki hak, bukan kewajiban, untuk membeli tanah tersebut pada harga Rp. 25.000.-/m2.
Kemudian, apabila anda memutuskan untuk tidak membeli tanah tersebut, maka dengan mudah anda dapat membiarkan Opsi terakhir. Atau akan lebih baik lagi bila hak Opsi dapat dialihkan (transferable), dimana anda dapat menjualnya kembali kepada orang lain, mungkin pada harga yang lebih tinggi dari harga yang telah anda bayarkan sebelumnya.
Intinya adalah, anda tidak diwajibkan untuk melakukan pembelian, sehingga pilihannya tergantung kepada anda sendiri. Cara kerja Opsi Put juga sama.

Read More ..

FUTURES : Lindung Nilai Dalam Kontrak Berjangka dan Bergulir

Pada kondisi mendatang, dalam aksi lindung nilai, terdapat berbagai ketidakpastian termasuk satu perubahan yang tidap sesuai dengan perkiraan. Karena alasan itu, instrumen atau sarana lindung nilai haruslah bersifat fleksibel.
Dalam hal ini semua pihak baik pembeli dan penjual dengan mudah melepas keterikatan atas satu posisi transaksi. Kedua pihak memiliki posisi tawar yang setara, dengan biaya efisiea daa harga yang tidak mengalami diskon atau premium.
Kondisi di atas menunjukkan di perlukannya sarana perdagangan dan produk-produk yang sesuai untuk lindung nilai (hedging), dengan kata lain juga diperlukan bursa dengan produk yang beragam. Hal itu juga harus dibarengi dengan adanya perlindungan dan penjaminan.
Ada beberapa instrumen lindung nilai berupa emas dan forward. Namun, instrumen tersebut belum cukup fleksibel memenuhi kebutuhan para pelaku pasar dengan berbagai kepentingan dan kondisi yang terus berubah cepat.
Beberapa kekurangan yang ada pada instrumen lindung nilai yang berupa emas dan forward tersebut dapat diantisipasi produk lindung nilai berupa kontrak berjangka dan kontrak berulir.
PT. Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sebagai satu tempat dtransaksikannya produk derivatif dan kontrak berjangka di Indonesia, telah memberikan fasilitas penyediaan berbagai produk lindung nilai, termasuk kontrak berjangka dan kontrak bergulir.
Kontrak berjangka adalah perjanjian antar-pihak, yang tidak saling mengenal membuat kontrak membeli atau menjual produk tertentu pada harga tertentu dengan serah terima produk pada waktu yang disepakati.

Melalui Pialang
Transaksi kontrak berjangka di bursa dilakukan melalui pialang berjangka yang mengantongi izin usaha dari Bappebt dan telah menjadi anggota bursa. Transaksi kontrak berjangka di BBJ dijamin oleh lembaga kliring. Jaminan itu untuk memastikan tidak ada pelaku pasar yang dirugikan, jika salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya.
Melakukan lindung nilai dengan instrumen kontrak berjangka berarti melakukan transaksi dengan mengambil posisi beli atau jual kontrak berjangka atas produk yang sesuai di BBJ, namun berlawanan dengan posisi jual-beli produk serupa di pasar fisik.
Kerugian yang diderita d pasar fisik akibat naik-turunnya harga dapat dikurangi dengan keuntungan dari transaksi kontrak berjangka produk serupa di lantai bursa stau sebaliknya.
Posisi kontrak berjangka dapat terus dipertahankan hingga jatuh tempo atau dapt ditutup ketika proses jual-beli di pasar telah terealisasi. Lindung nilai dapat dilakukan baik untuk harga jual maupun beli.
Lindung nilai jual merupakan sikap mengambil posisi jual kontrak berjangka dengan tujuan melindungi diri dari kemungkinan penurunan harga produk di pasaran, sedangkan lindung nilai beli berarti mengambil posisi beli kontrak berjangka dengan tujuan berlindung dari kemungkinan naiknya harga produk.
Sementara itu, lindung nilai dengan kontrak gulir merupakan perjanjian antar-pihak yang tidak saling mengenal yang melakukan jual-beli kontrak dengan basis satu produk tanpa berniat melakukan penyerahan barang secara fisik.
Dalam hal ini pelaku pasar terus memperpanjang kontrak itu dengan memperhitungkan berbagai aspek terkait seperti perubahan harga dan beda tingkat bunga setiap harinya.
Kontrak gulir dalam hal ini tidak memiliki waktu penyelesaian akhir. Kontrak ini diperpanjang (digulir) tanpa batas waktu, sehingga pelaku pasar dapat membuka dan menutup posisi kontrak setiap hari. Selain itu, pelaku pasar juga dapat melakukan lindung nilai dalam jangka panjang maupun pendek.
Lindung nilai dengan kontrak gulir ini hampir sama dengan kontrak berjangka biasa, namun berapa lama waktu hedging hanya ditentukan dari posisi di pasar fisik. Hal ini tentu saja dipengaruhi kontrak gulir yang tidak memiliki waktu jatuh tempo.
Semoga informasi ini berguna bagi anda dan selamat berinvestasi!

Read More ..

FUTURES : Perdagangan Berjangka Komoditi

SEKILAS TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

PENGANTAR

Dalam menghadapi era perdagangan bebas dan sejalan dengan kesepakatan Indonesia dalam WTO, APEC, dan AFTA serta Paket Reformasi 15 Januari 1998, pemerintah Indonesia telah mengurangi campur tangan di bidang tata niaga komoditi dan menyerahkannya pada mekanisme pasar. Kehadiran Bursa Berjangka di Indonesia sebagai tempat diselenggarakannya perdagangan Kontrak Berjangka Komoditi sangatlah relevan,karena Kontrak Berjangka merupakan instrumen pasar yang telah dikenal luas di negara-negara maju dan berkembang dan yang paling banyak digunakan untuk pengelolaan resiko harga yang dibutuhkan dunia usaha.

APAKAH KONTRAK BERJANGKA KOMODITI ITU ?

Berbeda dengan pengertian kontrak dalam perdagangan biasa, Kontrak Berjangka merupakan kontrak yang standard, dan waktu penyerahan telah ditetapkan terlebih dahulu. Karena bentuknya yang standard itu, maka yang di”negosiasi”kan hanya harganya saja. Performance atau “terpenuhinya” Kontrak Berjangka sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak dijamin oleh suatu lembaga khusus yaitu Lembaga Kliring Berjangka.

Berdasarkan UU No.32/1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opini atas Kontrak Berjangka.

Perdagangan berjangka dilakukan di Bursa Berjangka, yang selanjutnya disebut dengan Bursa, yang memperdagangkan Kontrak Berjangka berbagai komoditi. Tempat dimana Kontrak Berjangka diperdagangkan juga disebut pasar berjangka. Dengan demikian di Bursa akan terdapat banyak pasar berjangka sesuai dengan banyaknya komoditi yang diperdagangkan. Di bursa, pembeli dan penjual bertemu satu sama lain dan melakukan transaksi untuk membeli/menjual sejumlah komoditi untuk penyerahan di kemudian hari sesuai isi/spesifikasi kontrak.

Harga komoditi yang terbentuk di Bursa berlangsung secara transparan dimana harga tersebut akan mencerminkan kekuatan pasokan dan permintaan yang sebenarnya. Transaksi di Bursa dilakukan oleh para Anggota Bursa, yang terdiri dari Pialang Berjangka dan Pedagang Berjangka, baik dengan cara berteriak (open outcry) atau secara eletronik (automated/electric trading system). Selanjutnya harga yang terjadi dicatat menurut bulan penyerahan masing-masing Kontrak Berjangka dan diumumkan secara luas kepada masyarakat.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, dan khususnya di Bursa-bursa yang baru, sistem perdagangan umumnya dilakukan secara elektronik menggunakan komputer yang memiliki akses ke komputer induk yang ada di Bursa.

APA MANFAAT PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI?

Ada 2 manfaat utama dari perdagangan berjangka komoditi, yaitu sebagai sarana pengelolaan resiko (risk management) melalui kegiatan lindung-nilia atau “hedging” dan sarana pembentukan harga (price discovery).

Pada dasarnya harga komoditi primer sering berfluktuasi karena ketergantungannya pada faktor-faktor yang sulit dikuasai seperti kelainan musim, bencana alam, dan lain-lain. Dengan kegiatan lindung-nilai menggunakan Kontrak Berjangka, mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak (resiko) yang diakibatkan gejolak harga tersebut. Dengan memanfaatkan Kontrak Berjangka, produsen komoditi dapat menjual komoditi yang baru akan mereka panen beberapa bulan kemudian pada harga yang telah dipastikan atau “dikunci” sekarang (sebelum panen). Dengan demikian mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak terpengaruh oleh kenaikan/penurunan harga jual di pasar tunai. Manfaat yang sama juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir yang harus melakukan pembelian komoditi di masa yang akan datang, pada saat harus memenuhi kontraknya dengan pembeli di luar negeri, atau pengolah yang harus melakukan pembelian komoditi secara berkesinambungan.

Manfaat kedua adalah sebagai sarana pembentukan harga yang transparan dan wajar, yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari komoditi yang diperdagangkan. Hal ini dimungkinkan karena transaksi hanya dilakukan oleh/melalui Anggota Bursa, mewakili Nasabah atau dirinya sendiri, yang berarti antara pembeli dan penjual Kontrak Berjangka tidak saling kenal/mengetahui secara langsung.

Harga yang terjadi di Bursa umumnya dijadikan sebagai harga acuan (reference price) oleh dunia usaha, termasuk petani dan produsen/pengusaha kecil, untuk melakukan transaksi di pasar fisik.

KOMODITI APA SAJA YANG DIPERDAGANGKAN DI BURSA ?

Komoditi yang menjadi subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa adalah komoditi pertanian, kehutanan, pertambangan, industri hulu, serta jasa. Setiap komoditi yang kontraknya diperdagangkan di Bursa, spesifikasinya ditetapkan secara jelas, yang menyangkut jumlah, kualitas dan waktu penyerahan, sehingga para pemakai/pengguna Bursa dengan mudah dapat melakukan transaksinya. Dengan demikian akan terwujud pasar yang aktif dan likuid.

SIAPA SAJA PENGGUNA KONTRAK BERJANGKA ?

Produsen, pengolah, pedagang, eksportir dan konsumen menggunakan Kontrak Berjangka sebagai alat untuk melindungi dirinya dari resiko fluktuasi harga. Pasar berjangka menjanjikan kestabilan pendapatan bagi produsen karena harga komoditinya dapat diprediksi dan di”kunci” dengan baik.

Di samping “hedger”, yaitu yang menggunakan Kontrak Berjangka untuk mengurangi resiko, dipihak sebaliknya ada yang disebut “investor/specular” yaitu mereka yang ingin mencari keuntungan dari adanya fluktuasi harga. Investor atau spekulator biasanya membeli Kontrak Berjangka pada saat harga rendah dan menjualnya pada saat harga naik, atau sebaliknya menjual Kontrak Berjangka pada saat harga diperkirakan akan mengalami penurunan dan membelinya kembali pada saat harga rendah.

CONTOH KEGIATAN LINDUNG NILAI DI PASAR BERJANGKA

Misalnya seorang produsen gula mengharapkan dapat menjual gula yang akan dihasilkannya dalam waktu 2 atau 3 bulan mendatang. Produsen tersebut memperhitungkan bahwa untuk memperoleh keuntungan yang wajar, dia harus dapat menjual gula yang akan dihasilkan pada harga US $ 190/ton . Harga di pasar berjangka untuk tiga bulan mendatang sebesar US$204/ton menurur perhitungannya cocok dengan harapannya . Si produsen kemudian menggunakan jasa Pialang Berjangka untuk menjual sejumlah kontrak di pasar berjangka yang ekivalen dengan produk yang akan dihasilkannya untuk penyerahan bulan mei pada harga US$204/ton. Pada akhir april ketika si produsen siap menjual gulanya , ternyata harga gula di pasar fisik turun menjadi US$ 170 ton, sementara harga untuk penyerahan bulan Mei di pasar berjangka turun menjadi US$ 180/ton. Si produsen menjual gulanya di pasar lokal pada harga US$ 170/ton , dan pada saat yang sama mengintruksikan kepada Pialangnya untuk membeli kembali sejumlah kontrak yang sama di pasar berjangka untuk penyerahan bulan mei pada harga US$ 180 /ton. Berarti si produsen sekarang memiliki kontrak jual pada harga US$ 204/ton dan kontrak beli pada harga US$180/ton, yang memberikan keuntungan sebesar US$24/ton di pasar berjangka .Keuntungan ini di tambahkan pada penerimaan yang diperoleh dari pasar lokal pada harga US$ 170/ton , sehingga harga jual sebenarnya menjadi US$194/ton.

Bila terjadi hal yang sebaliknya ( harga naik ) , hasil akhirnya kurang lebih akan sama . Misalnya , harga di pasar lokal pada bulan Mei naik menjadi US$ 210/ton ,sedangkan harga kontrak penyerahan Mei di pasar berjangka naik menjadi US$ 220/ton . Berarti si produsen menderita kerugian di pasar berjangka sebesar US$ 16/ton , sekaligus mengurangi hasil penjualannya di pasar lokal sebesar US$ 210 / ton menjadi sebesar US$ 194/ton sebagi harga akhir yang di terima .

BIAYA YANG DIPERLUKAN DALAM PERDAGANGAN BERJANGKA

Semua pengguna pasar berjangka dipersyaratkan menyerahkan sejumlah uang yang disebut “ margin “ yang besarnya per kontrak umumnya berkisar antara 5- 10 % dari nilai kontrak . Besarnya margin yang berbeda – beda tergantung pada komoditi , waktu , dan gejolak harga yang terjadi.

Dalam perjalanannya , margin ini mungkin memerlukan tambahan ( margin call ) karena berkurang dari margin awalnya karena pergerakan harga yang berlawanan dengan yang diperkirakanya semula . Bila saldo margin mencapai batas tertentu , kepada setiap, Nasabah yang memiliki posisi “ terbuka “ baik beli atau jual , harus menambah marginya ke besaran semula ( margin awal ) . Margin yang telah ditetapkan berlaku untu periode waktu tertentu dan dapat di ubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada .Selain itu ada biaya komisi yang dikenakan oleh pialang berjangka yang besaran minimumnya ditetapkan bursa atas persetujuan Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komiditi (Bappebti).

APAKAH LEMBAGA KLIRING BERJANGKA ITU ?

Untuk menjamin performance atau dipenuhinya Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa , tersedia sesuatu lembaga penjamin yang disebut Lembaga Kliring Berjangka . Lembaga ini dapat merupakan bagian dari Bursa atau terpisah dari bursanya sebagai organisasi tersendiri. Lembaga Kliring Berjangka akan menjamin seluruh transaksi Kontrak Berjangka yang terjadi di bursa , yang setelah melalui proses kliring didaftarkan oleh anggota Bursa berstatus Anggota Kliring kepada Lembaga Kliring.

Read More ..

FUTURES : Kiat 2, Berinvestasi Melui Short Selling

Kiat berinvestasi di bursa berjangka melalui short selling
Sebelumnya telah dibahas bagaimana caranya memperoleh untung dengan membuka suatu posisi beli, sekarang akan kita lihat bersama bagaimana Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan menjual terlebih dahulu.
Jika Anda selama ini misalnya hanya berinvestasi di pasar modal, Anda mungkin akan terkejut mendengar kiat yang satu ini karena sampai sekarang Anda hanya bisa mengambil keuntungan ketika harga sahan naik.
Dengan kata lain short selling, atau menjual suatu saham yang tidak dimiliki oleh Anda untuk memanfaatkan penurunan harga yang diharapkan dari saham tersebut, dan hal itu belum diperbolehkan di pasar modal Indonesia.
Tetapi, masalahnya adalah bahwa saham bergerak naik dan turun. Harga saham pada kenyataan dapat menguat, dan bisa pula melemah. Oleh karena itu, kiatt yang dapat dipergunakan di pasar modal sangat terbatas dan hanya menawarkan peluang apabila harga saham naik.
Jadi seorang investor dengan kiat yang terbaik pun tidak mungkin dapat menghasilkan uang di pasar modal ketika harga saham turun.
Untuk alasan itu Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi di pasar berjangka karena menjual suatu kontrak berjangka untuk membelinya kembali di kemudian hari sangat lazim dan sama sekali tidak terlarang.
Sebagai akibatnya, seorang investor di pasar berjangka dapat memperoleh keuntungan baik dalam pasar yang sedang turun maupun sedang naik. Dengan demikian peluangnya langsung digandakan asalkan investornya dapat membaca arah pergerakkan harga di pasar dengan benar dan membuka suatu posisi dengan trennya. Itulah kenapa pengalaman dan pengetahuan begitu penting bagi seorang investor.

Posisi Jual
Seandainya Anda memperkirakan bahwa suatu indeks saham akan segera terkoreksi sebab penguatannya sudah terlampau tinggi, Anda dapat menjualnya. Dan apabila ternyata harganya benar-benar turun, seperti Anda mengharapkan, suatu keuntungan akan menjadi milik Anda dengan membelinya kembali pada harga yang lebih rendah.
Misalnya, anggaplah pada akhir Januari Anda memperkirakan bahwa harga saham secara umum akan turun di Hong Kong dan investor cenderung akan ambil untung sebelum merayakan Tahun Baru Imlek.
Ketika Anda mengambil keputusan untuk menjual 1 kontrak Hang Seng (indeks sahan dari Hong Kong) harganya 20.000. Dengan mempertimbangkan bahwa setiap perubahan harga sebesar 1 poin sama dengan US$ 5, suatu penurunan indeks saham Hang Seng ke level 19.000 pada akhir Februari akan menghasilkan US$ 5.000 atau sekitar Rp. 50 juta dalam satu bulan.
Disinilah terbukti bahwa leverage atau daya ungkit di pasar berjangka sangat membantu Anda untuk memaksimalkan penghasilan Anda karena perubahan nilai indeks sebesar 5% memberikan untung yang cukup menggiurkan.
Tentu saja perlu saya menamnahkan bahwa laverage tersebut sebaliknya juga dapat merugikan Anda pada saat Anda memiliki suatu posisi yang berlawanan dengan arah pergerakan harga di pasar. Itulah sisi lain dari koinnya yang tidak dapat dihindari.
Oleh karenanya, jangan pernah lupa untuk "memasang sabuk pengaman" Anda dengan menempatkan suatu stop loss (titik di mana Anda melikuidasi posisi Anda dan menghentikan kerugiannya) pada saat Anda masuk ke pasar dan membuka suatu posisi baru. Hanya dengan cara seperti itu, Anda akan aman-aman saja dan kerugiannya pasti terbatas.
Ingatlah bahwa investor yang berpengalaman dan berpengetahuan adalah lebh siap untuk menghadapi segala kondisi pasar, jadi belajar teruslah dan tingkatkan pengetahuan Anda dengan waktu yang berjalan. Selamat berivestasi!

Read More ..

FUTURES : Kiat 1, Siasat Dasar Dalam Perdagangan Berjangka

Sebelum Anda menanamkan sebagian modal di pasar berjangka, sebaiknya perlu mengerti terlebih dahulu bagaimana perhtungan untung-ruginya. Terlebih jika Anda ingin bertransaksi sendiri tanpa bantuan dari seorang penasihat keuangan, pemahaman itu sangat penting.
Banyak sekali siasat yang digunakan oleh investor di pasar berjangka untuk mendapatkan untung, tetapi pada dasarnya boleh dikatakan bahwa dua siasat berikut ini paling banyak diterapkan dan juga mudah untuk diikuti, yaitu membuka suatu posisi beli untuk mengambil untung dari kenaikan harga yang diharapkan atau membuka suatu posisi jual untuk mengambil untung dari penurunan harga yang diharapkan.
Seoranga investor yang memperkirakan bahwa harga suatu valuta asing atau indeks saham akan menguat di masa yang akan datang dapat mencari untung dengan membeli kontrak berjangka.
Apabila dia tepat dalam meramalkan arah pergerakan arah pergerakan harga maupun titik masuk di pasar, dia bisa menjual kontrak berjangkanya di kemudian hari pada harga yang lebih tinggi dan dengan demikian memperoleh suatu keuntungan.
Namun, jika sebaliknya harganya ternyata turun, transaksi itu tentu saja akan menghasilkan suatu kerugian.
Sebagai contoh, anggap saja bahwa nilai tukar €uro terhadap dolar AS (EUR/US$) pada saat ini adalah 1,3025 dan Anda memperkirakan €uro akan menguat hingga bulan depan karena bank sentral di Eropa kemuingkinan besar akan menaikkan tingkat suku bunganya dan perekonomian di AS masih akan melambat lebih jauh.
Jadi Anda mengambil keputusan untuk membuka rekening di suatu pialang berjangka dan membelu suatu kontrak EUR/US$. Asumsi lebih lanjut bahwa pada bulan April nilai tukar EUR/US$ ternyata naik ke 1,3275 dan Anda memutuskan untuk mengambil untung dengan menjual.
Karena setiap poin kenaikan atau penurunan dalam €uro sama dengan atau bernilai US$10, keuntungan Anda sebesar 250 poin pada akhirnya akan menghasilkan US$2.500 AS dikurangi biaya transaksi.
Namun, jika seandainya nilai tukar EUR/US$ justr melemah daripada menguat sampai ke level 1,2900 dan Anda memilih untuk melikuidasu posisi Anda pada harga tersebut, Anda akan menderita kerugian 125 poin atau US$1,250
Perlu juga saya mencatatkan bahwa keuntungan maupun kerugian dalam contoh-contoh di atas belum memperhitungkan biaya yang berhubungan dengan transaksi di pasar valuta asing.
Anda sebagai seorang pemodal selalu harus memerhatikan semua biaya, termasuk bunga yang diterima atau harus dibayar, khususnya bagi Anda yang merupakan tipe investor yang aktif memperdagangkan kontrak berjangka di pasar valuta asing dalam jumlah yang besar.
Biaya transaksi itu sendiri meliputi komisi dan spread (perbedaan antara harga beli dan harga jual) yang dikenakan maupun suku bunga yang seringkali harus dibayar atau Anda menerima bunga (tergantung posisi terbuka atau yang Anda buka, Beli atau Jual) yang Anda pertahankan lebih dari satu hari.
Dengan kata lain, untuk meraih sukses di pasar berjangka, Anda seharusnya memperhitungkan semua biaya yang terkat dengan transaksi Anda secara cermat sebelum masuk ke pasar sehingga bisa memperoleh keuntungan yang smaksimal mungkin.
Pada artikel berikutnya, saya akan coba menjelaskan bagaimana Anda juga dapat mencar untung dengan menjual terlebih dahulu dan membeli kembali suatu kontrak berjangka di kemudian hari. Ini adalah suatu siasat yang ditawarkan oleh bursa berjangka dan tidak dapat dimanfaatkan oleh komunitas investor di pasar modal selam ini.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda dan selamat berinvestasi!

Read More ..

Kamis, 09 April 2009

REKSADANA : Tips Investasi

Tips Investasi Pada Reksadana Yang Bertanggungjawab Secara Sosial


Sebagai seorang investor, Anda tidak dapat secara lengkap philanthropic dan tidak mengekspektasikan apa-apa pada imbal hasil investasi dibandingkan memiliki investasi pada perusahaan yang merefleksikan nilai Anda pada perusahaan. Reksadana yang bertanggungjawab secara sosial cenderung untuk memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan reksadana regular. Biaya yang lebih tinggi ini dapat diatribusikan pada tambahan etika riset dibandingkan yang harus dilakukan oleh manajer reksadana.
Sebagai tambahan, reksadana yang bertanggungjawab secara sosial cenderung dikelola oleh perusahaan reksadana yang lebih kecil dan asset dibawah pengelolaan manajemen secara relatif kecil. Dibawah asumsi tersebut, sangat sulit bagi reksadana SRI untuk membuat economies of scale tersedia bagi rival yang lebih besar.
Berikut ini adalah beberapa tips yang harus diikuti dengan tujuan untuk memaksimalisasi kesempatan bagi menghasilkan imbal hasil dan berinvestasi pada reksadana yang bertanggungjawab secara sosial :
1. Dapatkan informasi
Pelajarilah mengenai investasi yang bertanggungjawab secara sosial, kualifikasi reksadana dan dimana Anda dapat membeli mereka. Www.socialfunds.com adalah tempat yang terbaik untuk memulai riset Anda.
2. Ketahui nilai Anda
Nilai setiap orang berbeda. Beberapa mungkin meresakan lebih kuat mengenai penyebab lingkungan disamping yang lain lebih perhatian pada program sosial. Lakukanlah penilaian diri Anda. Sekali Anda membangun beberapa nilau penting, Anda akan dihadapkan pada pilihan beberapa reksadana dengan nilai yang sesuai bagi Anda.
3. Sesuaikan nilai Anda
Riset fundamental dan biaya reksadana yang Anda senangi. Beberapa item mencakup level rasio pengeluaran manajemen, biaya load fees, track record manajer keuangan dan bagaimana reksadana berkinerja selama beberapa tahun.
4. Diversifikasi
Konsekuensi berinvestasi pada reksadana yang bertanggungjawab secara social adalah Anda mungkin terbatas berinvestasi pada beberapa perusahaan yang memiliki etika social, etikal dan financial. Jika Anda menginginkan untuk menjadi investor yang bertanggungjawab secara social, sangat memungkinkan untuk mendiversifikasi portfolio pada saham, obligasi dan surat hutang yang sesuai dengan selera Anda.
Berinvestasi pada sekuritas yang bertanggung jawab secara sosial dimana nilainya berbeda pada fokus yang spesifik dapat membantu Anda. Selamat berinvestasi.

Read More ..

REKSADANA : Turn Over Portofolio

Turnover Portfolio Reksadana

Satu mantra sukses berinvestasi pada reksadana adalah melihat turnover dari dana sebelum anda membeli reksadana. Sebagai implikasinya bahwa tingkat turnover yang tunggi adalah buruk (turnover adalah persentase sebuah dana dipegang yang diperdangkan selama setahun). Sebuah reksadana dapat mempunyai turnover lebih dari 100%, yang berarti rata-rata holding period per investasi kurang dari satu tahun). Banyak reksadana menggunaka turnover portfolio sebagai sebuah filter.
Argumen pertama mengapa turnover adalah buruk. Turnover yang lebih tinggi akan menghasilkan biaya yang lebih tinggi karena biaya transaksi lebih tinggi. Hal ini benar bagi saham dan obligasi, meskipun turnover lebih relevan bagi obligasi. Mengapa? Biaya transaksi biasanya lebih besar dan tersebar bagi obligasi dibandingkan saham.
Inefisiensi pajak adalah argumen kedua sebagaimana bagaimana investor harus menghindari reksadana dengan turnover yang tinggi. Jika anda memegang reksadana pada akun yang dikenakan pajak dibandingkan dengan yang ditangguhkan pajaknya, keuntungan dan kerugian dari reksadana yang dikenakan pajak adalah dikenakan pajak pada tahun terhadinya. Turnover yang lebih tinggi semakin disukai dibandingkan keuntungan jangka pendek dimana anda akan dikenakan pajak berdasarkannya.
Artikel ini akan menambahkan alasan untuk melihat pada turnover. Sebagaimana layaknya seorang anak yang tidak dapat duduk dibangku sekolah, jika tingkat turnover tinggi akan menghasilkan nervous dan harus memulai kembali hal yang baru. Turnover portfolio bervariasi pada berbagai tingkat asset. Sebagai contoh, small cap growth stock fund biasanya mempunyai turnover yang lebih tinggi dibandingkan dengan big cap value funds. Sehingga turnover sangat relative. Beberapa fund screeners mengizinkan anda untuk memilih reksadana dengan turnover yang sama dengan rata-rata tipe reksadana lainnya atau dapat melihat pada rasio turnover dengan group yang sama dan mengestimasinya.
Apakah tingkat turnover yang tinggi burk, benarkah? Jawabannya adalah salah untuk dua alasan. Biaya turnover adalah bagian dari keseluruhan biaya reksadana dan semua reksadana disarankan untuk mengungkapkan rasio pengeluaran mereka. Ratio pengeluaran reksadana adalah pilihan pada penyaringan reksadana dan biasanya berhubungan dengan turnover tetapi bisa juga berkebalikan. Jika tidak, reksadana menciptakan pendapatan kena pajak yang anda tidak inginkan, total biaya lebih besar dibandingkan turnover dan ratio pengeluaran sangat penting untuk diperbandingkan dengan bagi hasil. Sekali anda menset level risiko, investasi terbaik adalah reksadana dengan tingkat imbal hasil tertinggi meskipun memiliki tingkat turnover dan rasio pengeluaran yang lebih tinggi.
Imbal hasil selalu datang pertama. Jangan melupakan tingkat after-tax return. Sehingga, membeli reksadana dengan tingkat imbal hasil yang tertinggi yang konsisten dengan level risiko dan tujuan investasi.

Read More ..

REKSADANA : Manajemen Reksadana All-Stars

Beberapa perusahan reksadana mengiklankan bahwa hanya satu atau dua orang yang bertanggungjawab utama bagi pembuatan keputusan investasi, terutama jika kunci pembuat keputusan memproduksi hasil yang sempurna atau memiliki background investasi yang sangat kuat.
Sampai pada taraf tertentu, konsep manajemen All-Star adalah suatu istilah yang tidak cocok dan lebih akurat merefleksikan bagaimana reksadana dipasarkan lebih dari bagaimana reksadana dikelola. Secara virtual, setiap manajemen reksadana All-Star mempunyai sekumpulan analis riset yang berkontribusi, membuat proses lebih mempunyai kemampuan berkolaborasi disamping literatur iklan yang terdaftar pada hanya satu orang sebagai manajer portfolio.
Seri reksadana pada tahun 1980 dan 1990 adalah contoh yang baik bagi para manajer All-Star. Michael Price, pemilik Mutual Series Funds, terkadang mendaftarkan landasan manajer portfolio pada keseluruhan reksadana. Price yang sangat bertanggungjawab diantara keseluruhan professional investasi pada perusahaan, tetapi dia tidak melakukan keseluruhan pekerjaannya sendiri. Mutual Series Funds memiliki tim investasi yang memainkan peran penting pada kesuksesan perusahaan.
Hal ini tidak mengherankan bahwa Mutual Series funds akan sukses pada tahun 1980 dan 1990 tanpa para professional investasi seperti Jeffrey Altman, Lawrence Sondike, David Winters, Robert Friedman dan banyak lainnya. Secara esensial, system manajemen reksadana ini mengandung keuntungan dan kerugian.
• Keuntungan All-Star
Akuntabilitas dan kemampuan memasarkan adalah keuntungan utama dari pendekatan manajer reksadana All-Star. Juga, manakala seseorang bertanggungjawab dalam membuat keputusan investasi, terdapat sedikit isentif bagi para analyst untuk melibatkan diri dalam groupthink.
Analyst yang mendukung manajer portfolio hanya membutuhkan untuk berfokus pada penyeleksian investasi yang terbaik. Sistem All-star juga mengizinkan perusahaan reksadana untuk memasarkan manajer portfolio sebagaimana memasarkan reksadana.Terkadang, ini lebih mudah bagi kebanyakan para retail investor untuk menghubungan orang dibandingkan tim manajemen. Juga, ini adalah kepentingan para manajer untuk membuat reksadana lebih profitable.
• Kerugian All-Star
Jika manajer portfolio meninggalkan perusahaan terkadang terjadi putusnya keberlangsungan dan eksodus para shareholder potensial. Sebagai tambahan, jika manajer portfolio menarik para investor yang kuat untuk mengikuti, beberapa shareholder reksadana mungkin menentukan untuk menjual kepemilikan mereka setelah mereka mempelajari apa yang manajer tinggalkan.
Reksadana bervariasi dalam term stuktur manajermen dan ukuran yang mungkin tidak cocok antara satu investor dengan investor lainnya. Beberapa orang merasa lebih nyaman dengan sistem manajemen all-star karena dapat dengan mudah menghubugkan satu dengan lainnya. Kebalikannya, manajemen reksadana berdasarkan team player mungkin lebih cocok bagi orang-orang yang mengapresiasikan keberlanjutan.

Read More ..
back to top